Bimbang Menilai Kualitas Kain Batik? Periksa Beberapa Hal Berikut!

Advertisemen
Batik menjadi salah satu kekayaan budaya yang dimiliki Indonesia dan sudah menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakatnya. Berbagai daerah di tanah air memiliki motif batik yang berbeda dan mempresentasikan budaya masyarakat pembuatnya. Maka jangan heran jika motif batik dari setiap daerah akan berbeda, baik motif, bahan yang digunakan, hingga fungsi atau pemakaiannya seperti apa. Namun kini kain batik mulai digemari oleh semua kalangan dengan hadirnya desain busana yang lebih modern.

Dahulu pemakai busana bermotif batik hanya didominasi oleh kalangan sesepuh atau orang yang sudah tua saja. Anak muda enggan memakainya sebab lebih khawatir jika membuat penampilannya terlihat lebih tua dari usia sebenarnya. Perkembangan zaman diiringi oleh perkembangan dunia fashion di tanah air meningkatkan nilai batik itu sendiri. Perancang busana kini lebih bermain dengan desain dan menawarkan potongan busana yang terlihat lebih muda, energik, sekaligus modern. Maka saat ini semakin banyak muda-mudi yang tanpa ragu ataupun malu lagi memakai baju bermotif batik.

Semakin banyaknya peminat ternyata tidak didukung oleh tersedianya kain batik yang bermutu tinggi sehingga terasa kurang nyaman saat dikenakan. Maka penting sekali tahu bagaimana cara memilih batik yang berkualitas supaya enak saat dipakai, berikut tips yang bisa dicoba:


1. Mempertimbangkan jenis batik tersebut

Batik yang bisa ditemui di pasaran umumnya terdapat dua jenis, yakni batik tulis yang dikerjakan manual dan batik cap. Bicara soal kualitas maka tidak diragukan bahwa batik tulis lebih unggul karena dikerjakan manual yang membutuhkan kreativitas dan ketelatenan. Sebelum memilih ada baiknya mengenali jenis batik mana yang cukup nyaman dan awet kepemilikannya.

2. Menilai kualitas kain yang digunakan

Dahulu batik dicetak atau ditulis pada selembar kain yang kaku dan keras, sehingga tidak lentur dan kurang nyaman membalut tubuh. Namun kini siapa saja bisa menemukan kain untuk kerajinan batik yang beragam, mulai dari katun hingga sutra. Pemilihan bahan atau kain pada batik yang dibeli sebaiknya menyesuaikan dengan kenyamanan personal. Apabila merasa sering berkeringat atau memiliki aktivitas yang lumayan padat bisa memilih kain katun yang sifatnya mudah menyerap keringat. Kemudian apabila hendak dikenakan pada acara khusus untuk tampilan lebih mewah akan tepat memakai batik sutra.

3. Mengecek kualitas warna pada batik

Batik menjadi salah satu kerajinan tradisional yang membentuk gambar pada selembar kain polos, umumnya berwarna putih. Kemudian di pigmentasi dengan pewarna kain khusus supaya batik terlihat lebih kaya warna seperti yang dijumpai di pasaran. Kualitas kerajinan batik juga dapat diidentifikasi dari kualitas warna batik itu sendiri apakah menempel pada tangan atau tidak. Ketika membeli di toko usahakan mengusap kain tersebut, dan cek telapak tangan apabila ada cat atau warna yang menempel. Boleh jadi kualitas pewarna hingga material kainnya kurang bagus dan akan kurang nyaman saat digunakan nantinya.

4. Mengecek bagian dalam kain

Selain melihat apa yang nampak di bagian depan, memeriksa kualitas batik sebaiknya juga memperhatikan penampakan bagian dalamnya. Balik kain tersebut untuk melihat apakah motif batik di kedua sisi sama persis sehingga menunjukkan kualitas pengerjaan yang baik. Sebab kain yang di canting membentuk motif batik yang dikerjakan dengan bahan berkualitas akan menembus hingga bagian bawahnya. Hal ini mengartikan bahwa motif kain batik tersebut lebih kuat dan tahan lama, tidak mudah luntur maupun kusam.
Advertisemen

Disqus Comments